HM Rudi, Walikota Batam ajak seluruh pengusaha pariwisata bangkit dan kembali tingkatkan ekonomi di Batam

Keprisatu.com – Pandemi covid-19 yang menggegerkan dunia dalam tiga bulan ini, benar benar membuat sebagian besar sektor usaha seakan “mati suri”.  Seperti sektor usaha pariwisata di Kepri khususnya di Kota Batam, seolah tiarap.

Kebijakan pemerintah menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi, seakan “memaksa” kalangan usaha seperti hotel, golf, restoran, cafe, massage, pantai, pub, dan permainan elektronik dan lainnya untuk merumahkan karyawan mereka, bahkan tak sedikit yang terpaksa gulung tikar.

Namun, memasuki era New Normal (Tatanan Kehidupan Baru) yang dicanangkan di pertengahan Juni silam, seakan menjadi “angin segar”, sehingga memacu para pelaku dunia usaha untuk kembali bangkit demi menggerakkan roda ekonomi di bidang pariwisata di Kota Batam .

“Kami telah melakukan social distancing, wajib diperiksa suhu tubuh bagi tamu, ada jarak antara pengunjung dengan pengunjung lainnya, meningkatkan kebersihan area hotel dan fasilitas umum. Di kamar tamu seperti telpon yang digunakan tamu, ac akan dibersihkan secara reguler,” kata Director Business Development Radisson Golf dan Convention Center Batam, Surianti saat ikut dalam pertemuan pelaku pariwisata dengan Walikota Batam HM Rudi di Kantor Walikota (16/6/2020) lalu.

Untuk area lobi, ada kaca antara tamu dan karyawan dan keduanya memakai masker. Saat memberikan kunci kepada tamu sudah dibersihkan dengan desinfektan, disiapkan hand sanitizer  bahkan bisa dikantongi . “Area gym kita tetap memberikan jarak, membersihkan dengan desinfektan, dan bagi pengguna gym haru mematuhi prosedur kami,” terangnya.

Ajang pengelola menyampaikan kesiapan hotel dalam menghadapi New Normal ini sengaja diwadahi oleh Pemko Batam , supaya para pelaku usaha pariwisata memaparkan protokol kesehatan yang sudah diterapkan di tempat usahanya dihadapan Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Tak hanya pengelola  hotel , kesempatan juga disampaikan kepada pengelola restoran ternama , kafe, pub, serta tempat tempat yang selama ini menjadi salah satu penyerap devisa maupun pendapatan daerah di Batam .Satu persatu mereka menyampaikan sejauh mana lokasi yang dikelola mereka  sudah menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan dan pengunjung.

Hal lain yang wajib di lakukan seperti tamu wajib memakai masker, saat tamu memasuki area restoran tamu dipersilahkan mencuci tangan di bawah air mengalir, tamu langsung diperiksa suhu tubuh, jaga jarak antara tamu dengan tamu lainnnya, membayar dengan non tunai, terdapat pembatas atau tabir plastik di meja makan tamu, serta rutin menyemprotkan desinfektan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi  mengumpulkan pengusaha untuk menyambut tatanan kehidupan normal baru (new normal).  “Kita kumpulkan pengusaha untuk menyambut kehidupan normal baru (new normal) covid-19 , bagaimana kesiapan para pengusaha dalam menjalankan protocol kesehatan, itulah intinya,” ujar Walikota Rudi.

Ada  19 sektor usaha yang hadir menyampaikan penerapan konsep new normal di tempat usahanya. Rudi berharap konsep new normal yang dilakukan pengusaha sesuai dengan sektor masing-masing.  “Untuk mengembalikan kehidupan sosial, ekonomi, dan agama,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ardiwinata mengatakan selain pelaku pariwisata, sanggar seni di Kota Batam sudah disosialisasikan konsep new normal.

“Semua bidang yang ada di Disbudpar Kota Batam bergerak mensosialisasikan konsep new normal. Terakhir kami sosialisasi dengan pemilik travel agent di Kota Batam,” terangnya. (joe/r)