Keprisatu.com – Langkah yang diambil pemerintah untuk menghentikan seluruh transportasi darat, laut dan udara dengan waktu yg cukup lama guna memutus penyebaran Covid -19 dinilai sangat efektif agar tidak melebar ke seluruh wilayah di Indonesia.

Seperti dari DKI Jakarta ke Jawa Barat jalan tol dan jalan alteliri semua disekat, kendaraan yang masuk dan keluar diperiksa dan disuruh untuk kembali ke daerah masing-masing.

Batam telah melakukan penutupan bandara dan pelabuhan kerena Batam salah satu daerah yg sudah masuk Zona Merah.

Melaksanakan instruksi pusat menutup sarana transportasi ini juga perlu diapresiasi walaupun sedikit lambat.

Seperti yang dilakukan oleh pelayaran PT Batam Bahari Sejahtera yang mengoperasikan Kapal MV. Batam Jet jurusan Sekupang (Batam-Tg. Balai Karimun-Selat Panjang-Bengkalis-Dumai) dan sebaliknya.

Begitu pun yang dilakukan Operator Pelayaran PT Lestari Indo Bahari yang mengoperasikan Dumai Express Group yang beroperasi dari Pelabuhan Sekupang Batam dengan tujuan Tanjung Balai Karimun-Selat Panjang-Tanjung Samak-Sunahi Tohor-Bengkalis-Dumai dan Tanjung Pinang dan sebaliknya.

Kepala KSOP Khusus Batam, disampaikan oleh Teguh H Simorangkir agar menghentikan pengoperasian kapal mulai Sabtu (25/4/2020) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Surat pemberhentia n operasi juga ditandatangani oleh Budi Indara Susanto sebagai Manager Dumai Express Group.

Penutupan Pelabuhan Khusus Sekupang dan tidak beroperasinya kapal ke beberapa daerah tujuan di luar Batam sangat berpengaruh besar.

Supriyanto salah satu calon penumpang yang tidak jadi berangkat ke Dumai mengatakan, Dia sangat mendukung langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penularan wabah Covid-19.

“Ya harus membatalkan tiketnya, ya kami pasrah saja dan berharap semoga situasi ini cepat pulih dan aktifitas pelabuhan berjalan seperti biasa lagi,” kata Supriyanto.

Indra salah satu penumpang lainnya mengatakan, agar masyarakat berpikir positif dan tentunya mendukung langkah pemerintah untuk segera memutus mata rantai Covid-19.

“Semoga Covid-19 segera berakhir karena dampaknya seperti telah meluluhlantakkan seluruh sendi kehidupan. Bagi umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa tidak ada tarawih di mesjid dan tidak ada solat idul fitri karena mesjid ditutup sementara tujuannya untuk memutus Covid -19. Semoga ketidakpastian dan kecemasan ini segera berakhir,” ujarnya. (urs)