Masjid Bukit Indah Sukajadi

Keprisatu.com – Hari pertama jelang Bulan Suci Ramadan 1441 H ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya, karena berbagai kegiatan umat muslim turut terdampak dengan Covid-19.

Imbauan dari pemerintah pusat , pemerintah daerah dan Kementerian Agama meminta agar kegiatan salat tarawih berjamaah di masjid agar ditiadakan untuk mencegah dan memutus penyebaran Covid -19.

Seperti diketahui, Covid – 19 mudah menyebar melalui kontak fisik dekat. Virus ini sangat berbahaya terutama bagi lansia atau orang yang sudah punya penyakit seperti diabetes, asma, penyakit jantung, atau hipertensi.

Penularan virus ini juga bisa terjadi tanpa gejala. Jadi bisa saja ada anak muda tertular, namun tak menunjukan gejala, tetapi menularkan ke anggota keluarga yang berusia tua atau sakit. Akibatnya bisa fatal.

Ustaz Zamjami, muazin di Masjid Bukit Indah Sukajadi mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini, ia bercerita biasanya ketika ramadan tiba, masjid yang berada di perlintasan jalan besar itu selalu ramai dikunjungi warga untuk melaksanakan salat berjamaah, tadarus, mendengarkan ceramah juga buka puasa bersama.

“Karena masjid ini ada di perlintasan jalan besar, maka setiap ramadan tiba bisa sampai ribuan orang yang salat dan buka puasa di sini,” ujar Zamjami.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Bukit Indah Sukajadi, Yodri Darto mengatakan, bahwa pelaksanaan salat berjamaah fardu dan salat taraweh tidak dilaksanakan di masjid tersebut, begitu pun buka puasa bersama.

“Tetapi bagi para donatur yang ingin memberikan bantuan untuk buka puasa dapat dialihkan untuk pembeliaan sembako atau uang tunai yang nantinya akan di berikan kepada para ustaz, kiayi, imam, guru ngaji, petugas kebersihan dan keamanan yang mengabdikan diri di Masjid Bukit Indah Sukajadi,” ujar Yodri.

(TM)