Keprisatu.com – Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak sektor. Masyarakat dianjurkan lebih banyak berada di rumah, tutupnya fasilitas bisnis, industri, perkantoran dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membuat daya beli masyarakat menurun. Ada juga yang memutuskan menunda membeli sesuatu yang tak perlu semisal smartphone.

Akibatnya, angka penjualan ponsel di seluruh dunia menurun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Kini, banyak merek ponsel tengah mencari cara untuk bisa bangkit.

Dilansir dari SamMobile, Senin (20/4), terkait dengan hal tersebut dan menurunnya angka penjualan smartphone di seluruh dunia, Samsung dikabarkan sedang mempersiapkan strategi baru. Adapun yang dilakukan Samsung adalah dengan mempersiapkan smartphone 5G murah (di negara yang sudah mendukung 5G) untuk memikat masyarakat membeli ponsel.

Dengan cara tersebut, Samsung berharap dapat mengatasi kemerosotan besar dalam penjualan smartphone. Handset 5G murah yang dimaksudkan untuk membuat generasi teknologi nirkabel berikutnya jauh lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Sementara itu, adopsi konsumen 5G sudah diperkirakan akan terus berjalan menuju popularitas mainstream pada tahun 2020. Sumber-sumber industri menyarankan krisis Covid-19 dapat mempercepat rencana-rencana tersebut.

Seperti sudah disinggung di atas, situasi pandemi yang sedang berlangsung berdampak pada industri seluler. Laporan terbaru menunjukkan penjualan Februari turun 38 persen YoY yang yang hanya berjumlah 60 juta unit di seluruh dunia.

Soal smartphone 5G sendiri, saat ini rata-rata, jika dikurskan ke rupiah, harga dari perangkat ponsel 5G masih berada di kisaran di atas Rp 8 jutaan. Dengan kata lain, segmen ponsel 5G di pasar yang penetrasi 5G-nya sudah berjalan masih berada di kelas menengah ke atas.

Sumber: Jawapos