Keprisatu.com – Arema FC tak melarang pemain asingnya untuk pulang kampung pada masa force majeure. Oh In-kyun sudah bertolak pulang ke Korea Selatan. Sementara itu, Matias Malvino juga sudah terbang ke Uruguay. Namun, dua pemain asing lainnya, yakni Jonathan Bauman dan Elias Alderete, masih bertahan di Malang.

’’Kami memberikan kebebasan kepada mereka untuk pulang atau tetap tinggal sementara di Malang,’’ ucap General Manager Arema FC Rudi Widodo.

Arema FC

Bukan berarti Bauman dan Alderete tak ingin pulang ke negara asal mereka. Hanya, saat mereka hendak pulang, Argentina menerapkan lockdown untuk pencegahan pandemi Covid-19. Argentina menutup akses masuk untuk negara dari kawasan Asia.

Sebenarnya bukan hanya Bauman dan Alderete yang masih bertahan di Malang. Pelatih kepala Mario Gomez pun masih berada di Malang. Begitu juga dengan pelatih fisik Marco Gonzales. Selain itu, pelatih kiper asal Brasil Felipe Martins masih bertahan di Malang.

’’Karena Argentina masih tertutup. Informasi dari media pekan depan kalau tidak salah 27 April sudah mulai open,’’ ucap pria asal Madiun tersebut.

Tak menutup kemungkinan pemain serta tim pelatih asal Argentina akan pulang saat itu. Manajemen tim berjuluk Singo Edan tersebut memang memberikan kebebasan. Namun, apabila nanti ada arahan dari PSSI untuk melanjutkan kompetisi, Rudi berharap para pemain asing lekas kembali. ’’Biaya dari manajemen. Kan mereka dapat tiket pergi pulang dari manajemen,’’ ucap Rudi.

Di sisi lain, bukan hanya pemain Arema FC yang gagal pulang lantaran negara asal menerapkan lockdown. Gelandang Persita Tangerang asal Argentina Mateo Bustos pun masih bertahan di Indonesia. Begitu pula dengan gelandang Persik Kediri Gaspar Vega yang tertahan di Jakarta. Padahal, Vega sudah mendapatkan tiket pulang ke Argentina.

Sumber: Jawapos