Keprisatu.com – Data pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah masuk ke disnaker naik dua kali lipat dalam satu pekan. Hingga kemarin, ada 1.390 laporan karyawan yang terkena PHK.

Kepala Disnaker Surabaya Dwi Purnomo menerangkan, data tersebut melonjak drastis karena satu pekan belakangan pemerintah pusat membuka pendaftaran program prakerja. ”Memang benar segitu yang melapor. Tapi, di lapangan saya yakin sebenarnya yang senasib lebih banyak,” ujar Dwi kemarin.

Banyak yang tak melapor ke disnaker karena peserta program prakerja bisa mendaftar secara online. Jika bisa mengoperasikan komputer dan internet, prosesnya bisa dengan mudah dilakukan.

Namun, banyak juga yang belum melek teknologi. Beberapa orang bahkan belum memiliki alamat e-mail. Maka, petugas disnaker membantu para peserta untuk melengkapi persyaratan itu. ”Kalau yang mengurus online secara mandiri ini, datanya kami tidak pegang,” jelas Dwi.

Dia berharap perusahaan secara aktif melaporkan data kepegawaiannya. Dengan begitu, pemkot bisa mengarahkan mereka untuk mengikuti program prakerja dari pemerintah pusat.

Setiap pekan ada seleksi bagi calon peserta program prakerja. Yang tidak lolos bisa mendaftar lagi pekan depannya. Sementara itu, yang lolos akan mendapatkan bantuan total Rp 3.550.000.

Uang itu terdiri atas batuan pelatihan Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan Rp 600 ribu yang diberikan empat bulan berturut-turut, serta insentif survei ketenagakerjaan Rp 150 ribu yang diberikan tiga bulan.

Selain karyawan yang di-PHK, ada juga pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut. Dwi menerangkan, semua orang boleh ikut. Asalkan telah berusia 18 tahun dan tidak sedang menjalani pendidikan formal.

YANG HARUS DILAKUKAN KALAU DI-PHK

  • Membaca perjanjian kerja dengan perusahaan, terutama terkait pesangon yang menjadi kewajiban perusahaan.
  • Melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya agar ada pendampingan dan pencarian solusi.
  • Mendaftarkan diri sebagai peserta program prakerja secara online di prakerja.kemnaker.go.id.
  • Jika kesulitan saat mendaftar secara mandiri, disnaker menyediakan delapan komputer dan petugas pendamping.
  • Melapor ke ketua RW agar didaftarkan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendapatkan bantuan sembako saat PSBB diberlakukan.

Sumber: Jawapos