F. Usep/Keprisatu.com
Sejumlah hotel tampak lengang dan tidak beroperasi akibat minimnya okupansi terkait dengan pandemi corona.

Keprisatu.com –

Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak yang luar biasa dalam
perekonomian. Tak hanya sektor industri, pariwisata dan perdagangan pun
menjadi salah satu sektor terdampak.

Seperti yang terlihat di kawasan Batam Centre dan Nagoya yang selama
ini dikenal sebagai tujuan wisata di Batam. Meski sejumlah toko tetap
buka, tetapi pengunjung sudah banyak menurun.

Bahkan saat menjelajah di kawasan Batam Centre, Hagoya, hingga Harbour
Bay, banyak toko yang berada di kawasan perbelanjaan memilih untuk
tidak berjualan. Minimnya pengunjung menjadi salah satu sebab sejumlah
toko tidak berjualan.

“Sudah memasuki minggu ketiga, tidak ada lagi custumer atau tamu yang
datang ke toko kami, apa lagi dari luar kota. Ini karena dampak korona,
sampai kapan wabah ini berakhir,” ujar salah satu penjaga toko yang
tidak mau disebutkan namanya.

Kondisi yang sama juga dialami sejumlah hotel. Sejumlah hotel di
kawasan Nagoya dan Harbour Bay malah sudah memilih untuk tidak
beroperasi. Di antaranya yang memilih untuk tidak beroperasi adalah
Swiss-Bell Hotel, Hotel Zas, M One, Amir Hotel.

Demikian halnya dengan kawasan Harbour Bay. “Malah beberapa hotel di
Nagoya, Batam Centre banyak yang sudah tidak beroperasi,” tutur Dedi,
salah satu karyawan hotel.

“Sampai kapan, kami juga tidak tahu, karyawan banyak yang dirumahkan,”
keluhnya.

Sedang di Pelabuhan Internasional Harbour Bay, suasana tak jauh
berbeda. Fery yang biasanya lalu lalang mengangkut dan menurunkan
penumpang tampak tersandar.

“Jika hal ini terus terjadi maka pariwisata Kepri, khususnya di Batam
dan Tanjungpinang akan jatuh ke titik nadir,” tambahnya. (rs)