Dokumentasi KONI Kepri, Sejumlah atlet layar tengah berlatih untuk menjaga stamina dan kebugaran ditengah pandemi Covid-19. Koni Kepri menegaskan pelatda atlet tetap berlangsung.

Keprisatu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri memastikan jika
program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) untuk PON 2020 tetap
berlangsung. Meski terkendala pandemi Covid-19, pengprov cabor yang
atletnya akan berlaga di PON tetap melakukan pelatda mandiri.

Hal ini dijelaskan oleh Ketua KONI Kepri Usep RS usai berkunjung pada
beberapa pengprov cabor dan berbindang dengan pelatih dan atlet. dalam
kunjungan tersebut Usep didampingi oleh beberapa wakil ketua dan
pengurus KONI Kepri, Sabtu (11/4).

“Meski kepengurusan KONI kepri untuk periode 2020-2024 belum dilantik,
hal ini tidak menjadi penghalang bagi para pengurus untuk melaksanakan
tugasnya,” tutur Usep.

Dalam kesempatan itu, Usep juga menjelaskan meski terkendala dengan
pandemi Covid-19, pengurus KONI Kepri tetap berusaha untuk menjalankan
programnya. “Dengan dukungan Pemprov Kepri melalui Dispora Kepri,
pelatda terus berjalan,” tegasnya.

“Ini sudah menjadi keputusan bersama antara pengurus cabor dan KONI
Kepri bahwa pelatda atlet untuk persiapanj PON terus berlangsung,”
urainya.

Menurut Usep, langkah yang diambil ini bukan tanpa alasan yang kuat dan
sudah melalui berbagai pertimbangan. Tujuannya agar persiapan para
atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 tetap semangat,
walau dalam pelatda tersebut di lakukan secara mandiri.

Persiapan yang dilakukan terutama untuk menjaga kebuharan fisik dan
disiplin atlet. Apalagi hingga saat ini pelaksanaan PON belum bergeser,
masih sesua dengan jadwal semula, September mendatang.

“Sampai sekarang belum ada keputusan pemerintah untuk menunda PON.

Tetapi pelatda yang dijalankan tetap menyesuaikan dengan anjuran
pemerintah dalam memutus rantai wabah covid 19 ini, yaitu mengedepankan
physical Distancing,” beber Usep.

KONI Kepri terkait dengan pandemi Covid-19 memperkenankan pelatih
mengurangi porsi latihan para atlet selama dalam situasi pandemi virus
corona ini.

“Jadi selama dua bulan ke depan para atlet memang tetap
difokuskan berlatih sembari juga diingatkan agar menjaga kondisi
kesehatannya,” ucap Usep.

“Pola dan porsinya kita kurangi sesuai kebutuhan juga. Jadi hanya
jalani latihan fisik dan teknik yang ringan beberapa pekan mendatang,”
tambahnya.

Kebutuhan untuk menggelar pelatda dirasa Usep sangat penting. Apalagi
persiapan atlet dalam mengikuti satu kejuaraan memakan waktu yang tidak
sedikit. Baik itu persiapan fisik, mental, skill, dan strategi yang
akan digunakan dalam kejuaraan nanti

Terkait dengan anggaran, Usep mengatakan dana KONI Kepri tak akan
segera dicairkan. “INI sesuai dengan komitmen Pemprov Kepri untuk
mendukung keolahragaan,” katanya.

Sementara itu pelatih layar Kepri, Weng Samsi, mengatakan jika pelatda
atlet tidak bisa disamakan dengan siswa yang bersekolah. “Jika sampai
dua minggu pelatda diberhentikan, maka para atlet akan kembali
mengulang latihan fisiknya dari awal, mereka mundur kembali,” paparnya

Layar sendiri adalah salah satu caboer andlan Kepri dalam mendulang
medali emas di ajang PON. Dalam PON 2016 jabar lalu, cabor layar
berhasil menjadi juara umum dengan mempersembahkan lima medali emas.

Sedang pelatih tinju Kepri Erzon mengatakan hal senada. Penundaan
pelatda akan berpengaruh pada banyak hal.

“Ini belum termasuk penurunan kualitas dan kondisi stamina akibat
libur. Bahkan berat badan atlet pun bisa bertambah, sehingga dapat
mengacaukan program latihannya selama ini,” jelas Erzon.

“Pelatda PON
tidak boleh berhenti, itu beda (dengan sekolah, red). Kalau kita
pelatdakan atlet di rumah, kami tidak yakin itu berjalan,” tegasnya.

Untuk PON Papua 2020, Kepri mengirimkan 175 atlet dari 15 cabor.
“Dengan kebijakan tetap menjalankan Pelatda, tentunya cabor bisa terus
mengamati kondisi dan perkembangan atletnya,” kata Usep.

“Dan kepada atlit dan pelatih tetap menjaga fisik dan mengikuti
himbauan pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19,” imbaunya.(rs)