Update Statistik Gugus Tugas Covid-19

Keprisatu.com – Gugus Tugas Covid-19 Kepri pada Ahad (31/1/2021) mencatat sebanyak 199 orang meninggal sejak corona masuk ke Provinsi Kepri. Kasus meninggal ini tersebar di setiap kabupaten-kota dan kasus terbanyak di Kota Batam.

Mengutip data statistik Gugus Tugas Covid-19 Kepri , dari 199 orang yang meninggal sebarannya untuk Kota Batam sebanyak 144 kasus meninggal, menyusul 24 orang di Tanjungpinang, dan 16 orang di Karimun. Kemudian Bintan sebanyak 11 kasus meninggal, Lingga 2 orang, dan masing-masing Natuna serta Anambas 1 orang.

Selanjutnya kasus pertambahan harian pada Ahad (31/1/2021) tercatat 27 kasus. Penambahan harian terbanyak dari Tanjungpinang sebanyak 15 kasus baru terkonfirmasi positif covid-19. Menyusul Batam 8 kasus dan Bintan 4 kasus. Sehingga kumulatif positif covid-19 di Kepri sudah mencapai angka 8.052 orang.

Penambahan kasus harian ini mengalahkan angka kesembuhan yang pada hari sama hanya 21 kasus. Sedangkan penambahan kasus aktif sebanyak 7 orang, sehingga kumulatif kasus aktif menjadi 797 orang.

Mengenai peta zonasi risiko berdasarkan update tanggal 24 Januari 2021 oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional    , sebanyak lima kabupaten/kota di Kepri masih masuk zona oranye (risiko sedang). Hanya dua kabupaten yang zona kuning, sedangkan zona hijau di Kepri sudah lama menghilang.

Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Natuna masih zona oranye (risiko sedang). Hanya Lingga dan Anambas yang zona kuning (risiko rendah).

Zona Oranya Bukan Zona Aman

Mengenai total daerah zona merah atau risiko tinggi di Indonesia jumlahnya menurun. Dari pekan sebelumnya, yaitu dari 108 menjadi 92 kabupaten/kota. Namun disayangkan, kabupaten/kota tersebut bergeser ke zona oranye atau risiko sedang yang jumlahnya meningkat dari 347 menjadi 363 kabupaten/kota.

Namun penurunan zona merah, tidak sesuai harapan. Ini karena  penurunan pekan ini belum berbarengan perpindahan kabupaten/kota dari zona oranye ke zona kuning atau risiko rendah. Bahkan berpindah ke zona hijau tidak ada kasus baru atau tidak terdampak.

“Hal ini sangat sayang. Jika kabupaten/kota di zona oranye lengah, maka memungkinkan dapat berpindah ke zona merah,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku, memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis (28/1/2021) lalu. Keternagan pers ini juga tersiar melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

BACA JUGA: Indonesia Berduka, Covid-19 Tembus 1 Juta

Lalu perkembangan pada zona kuning, pekan ini jumlahnya berkurang dari 45 menjadi 44 kabupaten/kota. Pada zona hijau tidak ada kasus baru, jumlahnya meningkat tipis dari 10 menjadi 11 kabupaten/kota. Untuk zona hijau tidak terdampak, jumlahnya tetap, yaitu 4 kabupaten/kota.

Meski demikian, perkembangan pekan ini harus tetap menjadi  motivasi bagi daerah-daerah agar pekan depan bergeser ke zona yang lebih aman. Karena berada di zona risiko sedang, bukanlah zona aman.

“Segera lakukan penanganan Covid-19, dan penegakan disiplin terkait penegakan protokol kesehatan secara serius dan konsisten,” pinta Wiku. (ks04)

editor: arham