Keprisatu.com – Sebanyak 179 Narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun menerima remisi umum HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020, Senin (17/8/2020). Penyerahan remisi dilakukan Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun Dody Laksabani usai upacara penyerahan remisi secara virtual terpusat dari Lapas Makasar.

Dody mengatakan, pemberian remisi umum HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Karimun digelar terbatas secara internal. “Hari ini kita menyerahkan 179 Remisi kepada Napi Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun. Upacara penyerahan digelar terbatas hanya internal saja, merujuk dari Intruksi Bupati Karimun untuk mengurangi kerumunan massa,” kata Dody, Senin (17/8/2020).

Ia mengatakan, pemberian remisi kepada warga binaan permasyarakatan merupakan bentuk apresiasi pemerintah. Menurutnya, warga binaan pemasyarakatan merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak-hak yang mesti dihormati dan dipenuhi, karena Warga Binaan Pemasyarakatan sebenarnya hanya kehilangan kebebasan.

“Dimana mereka tidak kehilangan hak-hak yang lainnya. Salah satu hak yang dimiliki oleh Warga Binaan Pemasyarakatan adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (remisi). Melalui remisi diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dan anak dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Dody.

Ia mengatakan, remisi diberikan kepada narapidana dan anak yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dengan baik serta telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Lanjutnya, dasar hukumnya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang dalam pelaksanaannya telah diatur lebih lanjut oleh Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

“Pemberian remisi terhadap narapidana dan anak bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran-kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas. Namun pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan,” katanya.

Dody menyebutkan, perolehan remisi tahun 2020 didominasi dengan narapidana kasus narkoba dengan jumlah 91 orang.

“Paling banyak dari kasus narkoba dengan jumlah 91 orang. Adapun rinciannya 42 orang dari kasus narkoba pidum dengan masa hukuman dibawah 5 tahun, dan 49 orang dari Narkoba Pidsus dengan hukuman diatas 5 tahun,” katanya.

Sementara untuk besaran remisi, Dody menyebutkan jumlahnya berbeda antara lain, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan hingga 5 Bulan.

“1 bulan ada 53 orang, 2 bulan 55 orang, 3 bulan 62 orang, 4 bulan 4 orang, 5 bulan 5 orang,” katanya.

Ia berharap, narapidana yang telah mendapatkan remisi dapat terus mempertahankan perilaku baik dan terus berprestasi.

“Kita harapkan apresiasi berupa remisi ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya. (KS 12)

Editor : zaki