Keprisatu.com – Seorang pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Kota Batam meninggal dunia. Pasien itu adalah Terkonfirmasi Kasus Nomor. 415, Tn. R (65), laki-laki. Yang bersangkutan beralamat di Perumahan Bengkong Indah II, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi menjelaskan, Tn. R pada 15 Agustus datang berobat ke UGD RS Budi Kemuliaan Batam dengan keluhan sesak nafas. Sesuai keluhannya, dilakukan pemeriksaan secara intensif berupa pemeriksaan RDT yang diperoleh hasil IgG,IgMReaktif.

Kemudian dilanjutkan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan “Kardiomegali-Elongasi aorta, sesuai gambaran viral Pneumonia Typical Covid” dan ditegakkanlah diagnosis “Suspect Covid-19+CHF+Pneumonia”. Selanjutnya oleh dokter pemeriksa direkomendasi untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit guna penanganan kesehatannya lebih lanjut. Pada 16 Agustus dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui Terkonfirmasi Positif.

“Namun demikian perlu diketahui sejak dilakukan perawatan secara intensif kondisi yang bersangkutan terpantau terus semakin menurun dan akhirnya pada tanggal 18 Agustus 2020 dinyatakan meninggal dunia,” sebut Rudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2020).

Tn. R merupakan 1 dari 11 kasus baru yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, kemarin. Sedangkan 10 kasus baru lainnya kondisinya stabil dan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi/karantina rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing di Kota Batam,” sebut Rudi.

Rudi menjelaskan, sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini terhadap seluruh cluster Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

“Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari Pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19,” ujarnya. (KS 08)