Tahun Politik, Warga Diminta Waspadai Peredaran Uang Palsu

Ahad, 4 Maret 2018 10:52 WIB
14x Tanjungpinang

TANJUNGPINANG - Bank Indonesia meminta seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai uang kertas palsu menjelang Pilkada Tanjungpinang 2018.

"Di Kepri hanya Tanjungpinang yang melaksanakan pilkada, jadi potensinya kecil. Namun tetap harus diwaspadai, terutama saat kegiatan perekonomian meningkat selama tahapan kampanye hingga pencoblosan suara," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat.

Gusti mengatakan, kebutuhan uang semakin tinggi seiring dengan intensitas kegiatan politik pilkada. Penyelenggara maupun peserta pilkada melakukan berbagai kegiatan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, seperti sosialisasi, makan dan minum, dan alat peraga kampanye.

Berdasarkan kasus yang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa, pelaku kejahatan uang palsu memanfaatkan momentum pilkada tersebut.

"Semakin tinggi intensitas kegiatan perekonomian, semakin besar potensi peredaran uang palsu. Ini yang perlu diwaspadai," katanya.

Gusti menambahkan, berdasarkan temuan berbagai pihak, uang palsu yang beredar selama ini nilainya relatif kecil. Uang palsu itu juga diyakini dibuat dengan peralatan yang tidak canggih sehingga jauh berbeda dibanding uang yang asli.

Namun sejumlah warga yang kurang teliti saat melakukan transaksi tidak memeriksa uang yang diterimanya sehingga dirugikan. Uang tersebut baru ketahuan saat berada di tangan anggota masyarakat yang teliti dan paham.

"Ketika terima kembalian atau menerima bayaran, jangan langsung masukkan dalam kantong celana atau dompet, tetapi sempatkan dulu untuk menelitinya," ujarnya.

Berdasarkan catatan BI, kata dia jumlah uang palsu yang beredar pada Kuartal IV 2017 meningkat dibanding kuartal sebelumnya, meski nilainya relatif sedikit. "Uang palsu itu dibawa orang dari daerah lainnya ke Kepri," katanya. (Antara)