PMP3AP2KB Kepri Gelar Penyuluhan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 5 Januari 2018 15:31 WIB
33x Tanjungpinang

Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Forkomwil PMP3AP2KB Provinsi Kepri  yang beranggotakan Ibu Yulianti, S. Sos., S. ST., MT (Ketua Bidang Pengendalian Penduduk & KB), Hj. Ermiyati Tafruddin, S. PdI (Wakil Ketua Bidang), Sri ambar Rinah, S. Sos., MPM (Sekretaris), Elvianna(Anggota), Lina(Bendahara) pada hari Jum’at, tanggal 15 Desember 2017 telah melaksanakan Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja, di SMA N 6 Tanjungpinang. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari 3 rencana Aksi Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Forkomwil PMP3AP2KB pada tahun 2017 ini.

Dimana, sebelumnya Bidang Pengendalian Penduduk dan KB juga telah mengadakan penyuluhan mengenai Kesehatan Reproduksi (Kespro) di SMPN 11 Kota Tanjungpinang (Sabtu, 9 Desember 2017), dan Sosialisasi mengenai Pengendalian Penduduk dan KB di Kelurahan Kampung Bugis, pada hari Selasa, tanggal 12 Desember 2017.

Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi (Kespro) Pada remaja tersebut bertujuan agar para remaja, khususnya siswa/siswi SMAN 6 dan SMPN 11 dapat menjadi agen sosialisasi bagi rekan-rekan sebaya (remaja) dilingkungan mereka, mengenai pentingnya menjaga Kesehatan Reproduksi, pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas dikalangan remaja, yang akan berdampak negatif bagi kehidupan mereka nantinya, baik dari segi kesehatan maupun  agama. Penyuluhan ini sangatlah penting, mengingat para remaja adalah aset negara, generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan bangsa.

Mengutip pernyataan dari narasumber, yaitu Ketua Bidang Pengendalian Penduduk & KB sekaligus Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Provinsi Kepri, Ibu Yulianti, S. Sos., S. ST., MT, bahwa “Pernikahan diusia remaja, yaitu dibawah usia 20 th, seorang perempuan dikatakan belum siap secara fisik untuk hamil dan melahirkan, sehingga jika terjadi kehamilan dan melahirkan, maka akan menyebabkan terganggunya Kesehatan Reproduksi, seperti: kanker rahim, eklamsi, infeksi saluran reproduksi, Pendarahan, bayi lahir dengan bobot kurang dari idealnya, sampai pada Kematian.” Selain itu, seperti yang disampaikan oleh salah satu narasumber pokja PP & KB, Ibu Hj. Ermiyati Tafruddin, S. PdI, “dari sudut pandang agama Islam, pergaulan bebas dikalangan remaja sangat bertentangan dengan ajaran Islam, sebab akan berdampak buruk pada pola pengasuhan anak dalam keluarga, dan berpengaruh pada pembentukan keluarga yang diinginkan, yaitu sakinah, mawaddah, warahmah”.  Ditambahkan pula oleh Sri Ambar Rinah, S. Sos., MPM, Sekretaris bidang Pengendalian Penduduk & KB, sekaligus Dosen STISIPOL Raja haji Tanjungpinang, bahwa kepadatan  penduduk Indonesia saat ini sudah menduduki peringkat ke-4 di dunia, setelah China, India, dan AS. Lajunya angka pertumbuhan penduduk Indonesia tersebut salah satunya disumbang oleh tingginya angka Pernikahan Dini di Indonesia, yaitu menduduki peringkat ke 2 se-ASEAN. Jumlah penduduk yang tinggi, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, maka akan menimbulkan masalah bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia kedepan”. Antusiasme siswa/siswi untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber kami dari Bidang PP & KB cukup tinggi. Mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan quis yang sudah disiapkan oleh tim Pokja PP & KB, bahkan tidak segan-segan untuk naik ke panggung yang telah disediakan oleh pihak sekolah untuk memeragakan “SADARI (Periksa Payudara Sendiri)”.

Sumber: Rilis