Husnizar: Pemilihan Wagub Kepri Tidak Menarik Lagi

Sabtu, 11 November 2017 09:05 WIB
32x Headline Politik Tanjungpinang

Masyarakat memantau dan menilai perkembangan politik dalam proses pemilihan wakil gubernur Kepulauan Riau, kata Wakil Ketua DPRD setempat Husnizar Hood.
        
"Bagi saya proses pemilihan wagub ini sudah tidak menarik lagi, karena terlalu banyak masalah. Tetapi ini memberi pendidikan politik kepada masyarakat," ujarnya di Tanjungpinang, Jumat.
        
Husnizar mengatakan, permasalahan yang dihadapi dalam proses pemilihan wagub ini disebabkan regulasi yang lemah dan tarik ulur kepentingan politik terhadap nama yang diusulkan sebagai cawagub.
        
Karena itu, menurut dia, hasil pemilihan wagub ini rentan digugat oleh pihak-pihak tertentu.
        
Dinamika politik yang terjadi dalam proses pemilihan wagub ini pasti dipantau masyarakat baik secara langsung maupun melalui berita di sejumlah media massa. Karena itu, Partai Demokrat sebagai salah satu partai pengusung sangat berhati-hati mengambil keputusan.
        
"Kami tidak ingin keputusan yang diambil mencederai harapan dan keinginan masyarakat," tegasnya.
        
Langkah strategis yang dilakukan Partai Demokrat terkait permasalahan itu, yakni tidak merekomendasikan nama pengganti Agus Wibowo yang digugurkan karena tidak memenuhi persyaratan pencalonan. Partai Demokrat memberi keleluasaan kepada pengurus empat partai pengusung lainnya untuk menyatukan suara dan menetapkan satu nama cawagub.
        
"Isdianto itu direkomendasikan seluruh partai pengusung, termasuk Demokrat. Setelah rekomendasi terhadap Agus Wibowo digugurkan, kami tidak merekomendasikan nama penggantinya, meski diperbolehkan," katanya.
        
Sementara itu, anggota Panitia Pemilih Wagub Kepri Taba Iskandar mengatakan pemilihan wagub ini sebagai ujian bagi partai pengusung. Masyarakat menilai apakah partai pengusung mampu mengendalikan nafsu politiknya atau tidak.
        
Jika mendahulukan kepentingan yang lebih besar, maka seluruh partai pengusung dapat duduk bersama memutuskan nama cawagub untuk segera dipilih DPRD Kepri.
        
Namun bila mendahulukan kepentingan partai, maka sulit diputuskan satu nama cawagub karena masing-masing partai merekomendasikan nama yang berbeda-beda.
        
Pengurus partai pengusung harus mampu membuktikan apakah mendukung keinginan rakyat agar Kepri segera memiliki wagub. Jangan sampai rakyat menyimpulkan bahwa pidato manis selama kampanye pemilu hanya kebohongan belaka untuk menarik simpati pemilih.
        
"Siapa yang didahulukan, kepentingan partai atau masyarakat? Ini ujian bagi partai pengusung, yang tentunya mempengaruhi Pemilu 2019," ujarnya.(Antara)