Peringatan Hari Lahir Pancasila Sebagai Upaya Penguatan Pancasila 

Kamis, 1 Juni 2017 19:52 WIB
28x Featured Berita Lingga Nasional Pemerintahan Keprisatu

Lingga (Keprisatu.com) - "Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus dilakukan. Dan juga telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Mari kita bahu-membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila," seperti ajakan dalam pidato presiden RI Joko Widodo yang dibacakan Bupati Lingga, Alias Wello pada peringatan Hari Lahir Pancasila dihalaman kantor Bupati Lingga, Kamis (01/06).

Meski hari libur, dan cuaca pagi yang sedikit mendung tidak membuat ratusan pegawai lingkup Pemkab Lingga patah semangat mengikuti upacara hari Kesaktian Pancasila. Termasuk instansi vertical benteng terdepan negara seperti TNI dan Polri yang turut berpartisipasi sebagai salah satu cara dalam penguatan menanamkan nilai luhur Pancasila sebagai landasan negara.

Pada upacara tersebut, Alias Wello yang bertindak sebagai inspektur upacara dihadapan ratusan peserta upacara mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk selalu menjaga Pancasila. Karena menurutnya pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara penting dan harus terus ditingkatkan lagi.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga dapat membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan NKRI.

Dengan begitu pemerintah juga siap bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika. Terlebih pada paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas dilarang di bumi Indonesia.

Sebelum mengakhiri pidatonya, secara tegas menirukan ucapan Jokowi, Awe ucapkan selamat Hari Kesaktian Pancasila. Kita ini Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila. (***)