Yusrizal: Kuncinya Menghayati Pekerjaan

Selasa, 28 Maret 2017 07:14 WIB
27x Featured Berita Lingga Profil Keprisatu

Lingga, Keprisatu.com - "Cara untuk memulai adalah berhenti berbicara dan mulai melakukan," begitu ungkapan tokoh besar Walt Disney yang layak melekat pada seorang Yusrizal, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kebupaten Lingga.

Semenjak dilantik Bupati Lingga diakhir tahun 2016 lalu, Dishub Lingga telah banyak mendapatkan perubahan baik dalam segi pelayanan ke masyarakat maupun dalam hal menggesa pendapatan daerah. Konektivitas mulai tampak membaik dan dapat dirasakan masyarakat Lingga secara perlahan namun pasti.

Terhitung dalam kurun waktu 3 bulan menjabat sebagai Kadishub Lingga, sejumlah akses sarana dan prasarana perhubungan yang tepat menyentuh masyarakat dapat terealisasi. Salah satunya, tersedianya pelayanan armada RoRo, baik yang melayani rute Dabosingkep-Daik, Dabosingkep-Batam, maupun Dabosingkep-Jambi yang mempermudah rentang kendali hingga berkesan meningkatkan perekonomian Kabupaten Lingga.

Dibidang darat pihaknya menyediakan layanan Bus DAMRI yang melayani masyarakat di Lintas Timur Lingga yang saat ini menjadi transfortasi favorit masyarakat disana. Sementara perhubungan udara yang dilayani maskapai Susi Air mulai aktif kembali. Dengan begitu, tidak mengherankan apa yang dilakukan Yusrizal kini mendapat sambutan baik banyak masyarakat Lingga.

Disisi penertiban angkutan, lalu lintas dan pelabuhan, Yusrizal selalu aktif. Bahkan dia tidak segan-segan berbaur, terjun ke lapangan berkerja bersama bawahannya. Baginya hal tersebut adalah cara baik dalam menerapkan dan mencontohkan yang baik untuk bawahannya.

Sementara diluar itu, Dishub Lingga dalam menghasil PAD bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Hal tersebut jelas terbukti, dalam sehari pihaknya bisa menghasilkan sebanyak Rp 1 juta untuk pemasukan daerah dari beberapa sektor. 

Tidak berat bagi dia untuk harus melanjukan dan mengoptimalkan program-program yang telah ada. Dengan kata menghayati pekerjaan, semua dapat diatasi dengan santai. Terbukti, program-program yang dulu mangkrak kini dapat terealisasi dengan baik. 

"Kita optimalkan dulu yang ade, yang ikut aturan yang ade dulu. Intinya menghargai pekerjaan bekerja dengan  santai,  tidak terase beban. Untuk hal itu, kita memberi contoh yang baik, dengan yang baik mereka juga ikut baik dalam bekerja," ungkap dia, Senin (26/03).

Energik, aktif dan semangat bekerja mengakar hebat pada dirinya. Dia mengakui seringnya berada dilapangan bekerja bersama bawahannya, justru hal tersebut tidak mengganggu dengan administrasi kelembagaan instansi. Dengan harapan secara tidak langsung setiap bawahan cepat merespon apa yang dilakukan tanpa kata perintah.

"Terimakasih saye bukan untuk saye tapi untuk anak buah. Sebab tanpe kerje anak buah kerje kite juge tidak akan sukses," papar dia.

Belum puas sampai sebatas itu saja, kedepan dia berkeinginan menciptakan pelayanan yang lebih baik lagi dari yang telah ada, baik itu bidang konektivitas darat, laut, udara maupun pundi PAD.

"Ade seni mengolah die. Dulu saye lame diprotokoler jadi berurusan dengan administrasi. Sekarang berhubungan dengan masyarakat. Ade seni die," tutup dia. (arp)