Rasionalisasi Tetap Terjadi, Namun Dengan Harapan Diluar Nepotisme

Sabtu, 17 Desember 2016 11:46 WIB
7x Featured Headline Berita Lingga Pemerintahan Politik Keprisatu

Lingga, Keprisatu.com - Rencana pemerintah Kabupaten Lingga merasionalisasi THL dan PTT tetap dilakukan meski hal tersebut membuat lesu pihak honorer dan PTT. Keputusan yang sudah bulat itu diambil mengingat angka anggaran daerah yang terbebankan terlalu besar.  

Berdasarkan data terakhir, jumlah THL yang di rekrut SKPD mencapai 1800 orang, dan tenaga PTT berjumlah 502 orang. 

Bupati Lingga, Alias Wello menegaskan rasionalisasi tersebut bukanlah pemecatan secara sepihak, namun langkah ini lebih menempatkan THL dan PTT sesuai dengan kebutuhan di setiap SKPD.

"Memang harus dirasionalisasi, tetap akan ada, saya memang konsisten disitu. Tetap akan kita laksanakan," tegas Awe.

Selain itu dirinya meyakinkan kebijakan ini adalah tepat dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerja THL dan PTT yang selama ini hanya berdesakan pada kapasitas. 

"Lebih baik didemo semua orang dari pada mempertahan para THL yang ada," ungkapnya belum lama ini.

Nantinya sejumlah THL dan PTT yang telah mengabdi dilingkup pemerintahan Lingga akan diseleksi ulang Dengan teknis yang ketat. Mereka yang lulus adalah mereka yang benar-benar serius dan memiliki kompetensi dibidang yang dibutuhkan.

Sememtara salah satu sumber yang enggan namanya disebutkan mendukung kebijakan Bupati Lingga tersebut jika tujuannya meningkatkan ekonomi daerah dalam memperbaiki pengeluaran. 

"Ada baiknya, kadang kita melihat THL itu banyak yang tidak serius dalam bekerja. Contohnya urusan melayani. Saya pernah berurusan surat ke staff TU disalah satu SKPD, pelayan THL kurang memuaskan. Di satu sisi kita lihat banyak yang besar kepala padahal kerjanya biasa saja," ujarnya.

Namun sambungnya meski mendukung kebijakan tersebut hendaknya bebas dari Nepotisme dengan alasan pemerintah tidak menempatkan THL dan PTT yang dipilih berdasarkan janji-janji kampanye.  Harapnya jika hal tersebut komitmen dengan menempatkan THL dan PTT sesuai kapasitas dan kualitas tanpa pengecualian atau kong kalikong.

"Semoga tidak ada kerjasama dengan janji politik, maklum KKN bisa saja terjadi. Kita harap sesuai dengan apa informasi wacana tersebut," harapnya.