Mts Darul Qalam Senayang Butuh Transportasi Memadai

Jumat, 16 Desember 2016 16:24 WIB
36x Featured Headline Pendidikan Profil Suara-pelajar Keprisatu

Lingga, Keprisatu.com - Sebanyak 64 orang siswa Mts Darul Qalam, Senayang setiap hari harus menyeberang pulau guna menuntut ilmu pendidikan. Ironisnya alat transportasi yang digunakan belum sepenuhnya memadai dengan kapasitas siswa hingga terkesan rawan kecelakaan.

Kepala Sekolah Mts Darul Qalam, Zulfikar mengatakan saat ini untuk transportasi penyeberangan dari Senayang kelokasi sekolah di pulau Sebangka dan sebaliknya, pihaknya hanya mampu menyediakan perahu kecil yang mereka nama Roro tradisional. Perahu tersebut  berbentuk kotak persegi panjang dengan daya mesin yang kecil. Selain perahu itu harus mengantar jemput guru dan siswa, terkadang jika cuaca kurang bersahabat Roro tersebut harus melayani sebanyak 3 kali PP.

Penampakan ini sangat memprihatinkan dimana nasib buruk bisa saja terjadi ditengah selat pemisah antar pulau tersebut. Selain guru dan siswa-siswa harus berdesakan, perahu tersebut juga harus berlayar dengan keadaan sarat dan hanya meninggalkan hitungan jengkal dari rata air. 

"Perahu roro yang ditumpangi siswa dan guru memiliki kapasitas dan daya tahan terbatas. Karena terbuat dari bahan kayu dengan motor penggerak yang kecil, cuma mesin 15. Kalau hujan kami harus rela basah," kata dia, Kamis (15/12).

Kendala lain lanjutnya saat air laut surut perahu tersebut tidak bisa merapat hingga mengharuskan guru dan siswa turun meniti karang dan bebatuan tajam.  Tak jarang beberapa siswa harus menanggung cidera.

"Resiko tinggi dan sangat berbahaya bagi keselamatan siswa dan guru. Selain bebatuan tajam juga terdapat lepu. Tidak jarang sebagian siswa pernah disengat dan  mengalami kecelakaan," sambungnya.

Selain hal tersebut, transportasi darat juga masih menjadi kendala. Zulfikar katakan yayasan hanya mampu sediakan satu unit kendaraan roda tiga atau Kaisar. Dalam perjalannya harus beberapa kali mengangkut siswa-siswa dari dermaga Tanah Merah di pulau Sebangka kesekolah yang terletak agak jauh.

Sementara, untuk biaya transportasi dia katakan hanya bersumber dari bantuan sosial Kecamatan Senayang, BAZNAS Kabupaten Lingga hingga infaq para siswa. Siswa dikenakan tarif Rp 1000 setiap harinya. Sedangkan biaya rutin dari dana BOS penggunaannya terbatas untuk operasional sekolah dan pengembangan kesiswaan. 

"Jadi, sampai hari ini kita membuka diri bagi mana-mana pihak yang ingin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kemajuan pendidikan di Senayang," ujarnya.

Sedang proses belajar mengajar, dia mengaku cukup memadai. Sejak 2010 sampai pindahnya lokasi sekolah ke pulau Sebangka ditahun 2016 ini, program madrasah yang sudah banyak dilaksanakan. Salah satunya adalah tahsin quran, tahfiz dan ekstrakurikuler yakni pramuka. Untuk program tahfiz kata dia sudah ada 7  siswa yang sudah hafal 1 juz Alqur'an. Kelemahan hanya terletak pada sarana pendukung seperti musholla, lapangan olahraga dan lokasi bermain siswa yang belum tersedia. 

"Karena letak dan lokasi bangunan Madrasah di lembah bukit sehingga perlu adanya usaha untuk pemotongan dan penimbunan (cut and fill). Semoga dengan banyaknya pengahafal quran dan penuntut ilmu di Senayang akan mengundang keberkahan untuk daerah yang kita cintai ini," jelasnya.

Dengan banyak kelemahan tersebut selaku Kepala Sekolah dia berharap dapat uluran tangan dari semua pihak, terlebih kepada pemerintah Kabuapten Lingga lewat instansi terkait agar mampu menyediakan transportasi yang memadai baik jalur darat maupun laut. 

"Kami sangat berharap pemerintah ikut memperhatikan dengan menyediakan perahu roro dengan berbahan fiber, motor yang besar serta tertutup. Sehingga aman ketika musim hujan ataupun dalam gelombang yang kuat. Kalo bisa kami juga berharap diberikan kendaraan berupa minibus yang aman untuk membawa siswa. Apalagi lokasi menuju madrasah dengan kondisi berbukit dan belum beraspal," harap Kepala Sekolah tersebut.

Sama halnya untuk pembangunan Musholla. Bagi yang ingin membantu pihak sekolah menyediakan rekening Bank Unit BRI Daik Lingga dengan nomor 5565-01-008864-53-8, atas nama : MTs Darul Qalam Senayang. 

"Karena kita madrasah, jadi kita butuh musholla sebagai tempat membina mental dan spiritual para siswa kita. Semoga anak-anak Senayang selain cerdas ilmu pengetahuan juga memiliki kecerdasan mental dan sipritual. Laskar Senayang akan terus menggapai asa di Pulau Sebangka. Kami yakin Senayang akan maju kedepan," ucapnya optimis.