BKD Lingga Sudah Surati Oknum PNS Pelaku Penipuan 

Kamis, 22 September 2016 12:16 WIB
84x Featured Headline Berita Lingga Profil Pemerintahan Kriminal Keprisatu

Lingga Keprisatu.com - Demi menguji kebenaran terkait dugaan penipuan oleh AR, oknum PNS di Kecamatan Senayang terhadap masyarakat di desa Penaah, saat ini pihak BKD Lingga sudah melakukan surat panggilan (SP 1). Dengan disampaikan SP 1 tersebut yang bersangkutan diharapkan hadir hari ini, Kamis (22/9).

"Kita sudah panggil hari ini, di SP tadi janjinya jam 10 pagi ini. Cuma sejauh ini belum ada kabar," kata Samsudi, Kepala BKD Lingga.

Sejauh pengakuan pihak pelapor dan dugaan penipuan yang dilakukan oknum tersebut, Samsudi katakan pihaknya harus terlebih dulu menguji kasus tersebut dan meminta oknum PNS tersebut mengklarifikasi. Jika terbukti maka sanksi disiplin akan dikenakan terhadap oknum pegawai tersebut. 

"Kita tidak bisa menerima masukan sebelah pihak saja, namun ada baiknya kita juga dengar apa pengakuan yang bersangkutan. Maka dari itu, kita panggil dia kemari," jelasnya.

Kata Samsudi, apapun bentuk kesalahan pelaku tersebut sejauh ini belum jelas pihak BKD menyimpulkan data. "Jika hari ini tidak datang, maka kami lanjut untuk penggilan tahap dua, jika masih juga tidak datang kami lanjut ke panggilan ke tiga. Namun jika masih tidak mau hadir, maka kami turut membenarkan dugaan masyarakat tersebut. Dan pihak pelapor akan kami panggil minta penjelasan dan bukti yang lebih valid dan kembali lagi ke pihak pelapor bagaimana baiknya. Apakah akan dilaporkan ke pihak berwajib atau damai. Namun sejauh bisa dimediasi dan didamaikan di tingkat Kepegawaian kami siap menyelesaikan", lanjut Samsudi.

Sebelumnya memang, pengakuan salah satu korban atas nama Awang Syiah di Mensemut, desa Penaah telah ditipu oleh oknum pegawai yang menjabat sebagai Kasi Ekbang di Kecamatan Senayang dengan janji untuk dapat pompong bantuan. Sejak akhir 2105 sampai sekarang pompong itu tak kunjung hadir. 

"Kedua teman saya itu di minta Rp 1.000.000, masing-masing Rp 500.000 dan saya sendiri di minta Rp 600.000. Janjinya akhir tahun 2015 pompong akan di dapatkan, tapi sampai sekarang tak kunjung ada. Saya mencoba menelpon namun tak pernah di angkat, berarti dia berniat tidak baik," ungkapnya.