Garda Terbilang Masih Dalam Tanda Tanya, Apakah Punya Fungsi 

Kamis, 15 September 2016 18:58 WIB
43x Featured Headline Berita Politik Lingga Pendidikan Opini Keprisatu

Lingga, Keprisatu.com - Selain masalah 23 izin pertambangan yang menjadi tema utama  orasi puluhan masyarakat yang tergabung dalam ormas Gema Lingga dihalaman kantor DPRD dan Kantor Bupati Lingga. Puluhan demostran tersebut atas nama masyarakat Lingga juga mempertanyakan perihal Kartu Garda Terbilang yang dikeluarkan Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga saat melakukan kampanye masa Pilkada dulu, Rabu (14/9).

Hal tersebut diutarakan Zuhardi orator sekaligus Ketua Umum Ormas Gema Lingga saat berhadapan langsung dengan Sekda Lingga, Said Parman di hadapan puluhan pendemo. Kartu Garda Terbilang yang dibagikan saat kampanye Pilkada 2015 lalu, kini menimbulkan pertanyaan besar disemua kalangan masyarakat kecil di Lingga. Pasalnya, setelah 200 hari dilantik menjadi kepala daerah di Lingga, Bupati dan Wakil Bupati belum tampak merealisasikan janji politik tersebut. 

Pertanyaan itu muncul sebab beberapa poin tercantum pada kartu tersebut berlaku dari April 2016 lalu. Namun seiring berjalan waktu memasuki bulan September 2016 ini tak satupun nampak berjalan dari program tersebut.  Poin yang dimaksud diantaranya meliputi kemudahan melamar pekerjaan dan batuan modal usaha, kemudahan mendapat bantuan dan pelatihan untuk bekerja, kemudahan untuk mendapat sekolah gratis dan beasiswa pendidikan tinggi serta kemudahan berobat gratis. Sementara sebagai pembina ditandangani langsung Bupati Lingga, Alias Wello.

"Bukan satu, tapi banyak masyarakat Lingga mempertanyakan fungsi kartu ini. Nah sampai sekarang bukti Saktinya kartu ini tidak tampak. Bahkan untuk yang sakit yang betul-betul butuh pertolongan juga sulit mempergunakan kartu ini. Sudah saatnya kartu ini punya fungsi karena sudah hampir memasuki masa limit di Desember kelak. Kita minta bapak bupati yang terhormat menunaikan janjinya," tegas Juai.

Orasi tersebut tidak hanya sampai disitu, Gema Lingga juga menuntut segera mungkin difungsikan. Jika masih diabaikan atau sengaja dibiarkan berjalan ditempat. Gema Lingga berjanji akan membawa massa yang lebih ramai.

"Masyarakat jangan hanya dijadikan korban politik dan kepentingan. Kami minta masyarakat jangan dibodohkan. SDM dulu yang dibangun baru gedung. Kalau fasilitas penunjang dibangun masih juga korupsi, pembohongan, pembodohan kepada masyarakat sama juga dengan "Botol" bodoh dan tolol. Kami minta segera direalisasikan janji-janji ini," cetus Zuhardi lagi.

Sementara disinggung tentang pemberitaan dulu, seperti apa yang disampaikan Rudi Purwonugroho mengenai tidak adanya anggaran untuk melaksanakan poin poin tersebut sebab menyangkut APBD, salah satu masyarakat Lingga menilai salah komentar. 

"Seharusnya Bupati tau, kalau APBD tidak dia fungsikan di tahun 2016 ini. Tetapi mengapa mereka mampu membuat janji politik yang tertera di Garda Terbilang  tersebut berlaku April sampai Desember dan diperpanjang selanjutnya. Kalau hal politik mengapa harus di dana APBD. Saya rasa tanggapan dia (Rudi) itu salah. Ini pikir logika kita saja," ungkap salah satu masyarakat Lingga yang juga ikut dalam orasi.

Selain itu, lanjutnya dipemberitaan tersebut juga mengatakan Garda Terbilang akan dipecah menjadi beberapa kartu. Salah satunya JKLT (Jaminan  Kesehatan Lingga Terbilang) dengan beberapa tingkatan. Namun disisi ini mereka menilai pemerintahan baru masih juga mengadopsi program pemerintahan dulu. Sementara yang diprogramkan tidak berjalan sampai detik ini.

"Hampir di seluruh pelosok desa, kartu ini tersebar. Namun apa daya, bulan Desember sudah dekat. Akankan diperpanjang atau diabaikan. Mereka pecahkan kartu ini juga sebatas melanjutkan yang dulu. Itu sama saja, tidak ada istimewanya dari kartu ini," tutupnya.