Momen Kemerdekaan, Permaian Rakyat Ditutup Dengan Joget Dangkung

Senin, 22 Agustus 2016 18:43 WIB
36x Featured Headline Berita Lingga Profil Pendidikan Melayu Opini Keprisatu

Lingga, Keprisatu.com - Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur menyelenggarakan perayaan hari kemerdekaan RI Ke-71 dengan mengadakan beragam permainan rakyat juga menampilkan seni tradisi Melayu. Hal tersebut dilakukan selain mempererat silahturahmi antar warga dan hiburan, moment itu sekaligus cara melestarikan seni budaya melayu berupa musik dan joget tradisi. 

Sebelumnya Desa Sungai Pinang menggelar turnamen antar desa meliputi sepakbola dan Volly dengan hadiah yang lumayan tinggi. Rp 30.000.000 dibandrol untuk permainan bola kaki dan Rp 6.000.000 untuk bola Volly putra dan putri. Namun kegiatan selama satu bulan tersebut tak membuat lelah pemuda untuk dapat menampilkan kreasi permainan rakyat buat warga desa sendiri. Bekerjasama dengan pihak desa mereka (pemuda) menggelar permainan rakyat dengan tema Kerja Nyata dan ditutup hiburan seni musik melayu serta joget dangkung.

Jefri Rian Siska yang akrab disapa Lembeng seorang pemuda Sungai Pinang yang kerap mencintai tradisi melayu juga sebagai pelakon musik melayu menuturkan,  selain soal perayaan upacara, hari kemerdekaan ini adalah momen melepas rindu pada kesenian tradisi. Sebagai panitia penyelenggara, dia juga mengisi malam acara penutupan dengan solo biola musik tradisi.

"Kesempatan kita berbuat untuk kampung, kadang hal yang kecil dan melekat selalu dikenang," paparnya (22/8).

Pada Sabtu (21/8) malam, antusias warga juga dapat dirasakan. Meski telah beberapa hari belakangan, ibu-ibu berpartisipasi dengan mengikuti lomba anyam ketupat. Sedang acara yang begitu semarak yakni mereka menampilkan joget dangkung dan joget tandak sebagai ucapan terimakasih juga lepas lelah warga. 

"Kenapa memilih joget dangkung, yang dipilih sebagai art entertaintnya karena nilai seni tradisinya lebih tinggi dibanding joget modern yang menggunakan keyboard," ujarnya.

Selain itu, konsep melayu yang ia tampilkan juga mengandung pesan mengarah kegenerasi muda desa tersebut. "Supaya generasi muda sekarang tau bahwasannya inilah salah satu kesenian tradisi kita yang masih terjaga sampai saat ini," sampainya.

Sementara soal anggaran dia katakan tida begitu besar. Begitu juga pelestarian tradisi malayu juga diharapkan dapat terus diperhatikan dan ditingkatkan oleh pemerintah  agar kesannya tidak lapuk termakan zaman. "pesanya bagaimana bisa mengemas dan menkonsep sebuah acara dengan modal terbatas namun dapat berkesan dan dinikmati baik kalangan tua maupun muda dengan sebuah konsep atau ide sebuah acara," pungkasnya.

Tak hanya Desa Sungai Pinang, informasi lapangan Desa Baran, Kecamatan Senayang juga menampilkan hal serupa. Dipimpin seorang Kades yang berjiwa muda perayaan HUT RI Ke-71 diawali dengan pawai obor anak SD dan ditutup dengan permainan rakyat serta malam kesenian joget dangkung.