Merupakan Tulang Punggung Keluarga, UT Mohon Keringanan Hukuman

Jumat, 19 Agustus 2016 16:11 WIB
17x Featured Headline Tanjungpinang Berita Pemerintahan Keprisatu

Tanjungpinang, Keprisatu.com - Terdakwa kasus korupsi pengadaan baju Linmas Satpol PP Provinsi Kepulauan Riau 2014, Usman Taufik (52) menangis saat membaca pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Danang Prasetyo Dwi Harjo di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (18/8).

Dalam persidangan, Usman Taufik mengatakan, dirinya meminta keringanan kepada Majelis Hakim dengan alasan bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga, di mana anak-anaknya semuanya masih membutuhkan biaya sekolah.

"Anak saya pertama yang perempuan masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang, selanjutnya yang kedua anak saya baru meninggal, untuk yang ketiga dan keempat masih duduk di bangku sekolah," ujar Usman Taufik sambil menangis membacakan pledoi di hadapan Majelis Hakim.

Sementara itu, ‎awalnya ketika pengadaan baju Linmas ini akan dijalankan, memiliki masalah yaitu tidak ada yang mau ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Maka oleh sebab itu dirinya Sebagai Pengguna Anggaran merangkap menjadi PPK.

‎"Saya tidak melakukan survey dan kegiatan-kegiatan pengadaan baju Linmas dilakukan oleh Indra Gunawan Selaku PPTK," katanya

‎Usman menjelaskan, pembuatan Hasil Perkiraan Sendiri (HPS) semuanya itu dibuat oleh PPTK, dirinya hanya melihat kegiatan secara fisik tanpa melihat HPS.

Seusai mendengar pembelaan tersebut, Ketua Majelis Hakim Zulfadli SH bersama Jhonni Gultom SH dan Guntur Kurniawan SH menunda persidangan satu pekan dengan agenda‎ mendengarkan Putusan. (red/BT)