Pemulangan ABK KIA Melalui  Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang

Kamis, 18 Agustus 2016 02:46 WIB
56x Featured Headline Berita Anambas Keprisatu

ANAMBAS, Keprisatu.com - Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) yang tertangkap saat melaksanakan aksi pencurian ikan di laut di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dipulangkan. Pemulangan para ABK KIA dilakukan melalui  Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang. Mereka yang dipulang  terdiri dari  8  orang  tahanan  Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa, dan 13 lainnya merupakan tahanan dari Imigras asal Vietnam.

"Mereka dipindahkan dulu ke Rudenim Tanjungpinang menggunakan KM Lawit, selanjutnya Imigrasi Tanjungpinang berkoordinasi dengan kedutaan mereka untuk proses deportasi," kata Kasubsi Insarkomwasdakim Imigrasi Tarempa, Eko Setiawan,  Senin (15/8).

Eko mengungkapkan,  pemindahan yang dilaksanakan pihaknya tersebut, untuk  mengikuti proses deportasi ke negara asal para ABK tersebut, sehingga dapat segera untuk dipulangkan. Para  tahanan yang akan dipulangkan saat ini ungkap Eko merupakan tahanan yang sudah lama berada di Anambas, mereka berada di Anambas antara sekitar 8 bulan sampai dengan 3 tahun.

"Sejauh ini ABK dibawah naungan Imigrasi sudah mencapai 100 orang asal Thailand dan Vietnam," paparnya. Lebih jauh Eko mengungkapkan, kedutaan Vietnam dan Thailand tidak mengakui bila para ABK tersebut berasal dari Vietnam dan Thailand, sehingga menjadi kendala deportasi nanti. 

"Kendala utama hanya pada kedutaan para ABK ini, kalau Kedutaan mereka mengakui,proses deportasinya cepat,kalau tidak diakui ya seperti ini jadinya,bisa mencapai 8 bulan sampai dengan 3 tahun," bebernya.

Perwira Seksi Operasi Lanal Tarempa, Lettu Iwan mengakui, pihaknya memindahkan 8 tahanan asal Thailand ke Rudenim Tanjungpinang untuk proses deportasi. Salah seorang Tahanan asal Thailand Ship yang sudah 8 bulan di Indonesia,bahkan sudah mengerti bahasa Indonesia,mengatakan pihaknya merasa senang. Pasalnya,mereka akan dipulangkan ke negara asal.

"Kami mau pulang,kami senang dan sudah rindu bertemu dengan keluarga," tutupnya. (red/ HK)

Lampiran